Umroh terdiri dari empat rukun utama yang wajib dilakukan secara berurutan, yaitu Niat Ihram, Thawaf, Sa’i, dan Tahallul. Keempatnya saling berkaitan, jika satu rukun tertinggal atau urutannya tertukar, maka umrohmu bisa dianggap tidak sah.
Kawan Alsha tidak perlu khawatir, panduan umroh lengkap ini disusun berdasarkan dalil shahih dari Al-Qur’an dan hadits yang dikutip dari kumpulan doa umroh serta ditinjau langsung oleh Rifqi Haitami, pembimbing ibadah (muthawwif) bersertifikat yang berpengalaman mendampingi ribuan jamaah di Tanah Suci. Jadi kamu bisa mempraktikkan setiap langkahnya dengan tenang dan penuh keyakinan.
Rukun dan Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
Sebelum membahas detail teknisnya, penting bagi kamu memahami bahwa umroh bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan ibadah yang punya landasan syariat jelas. Memahami keutamaan umroh akan membantumu menjalankan setiap tahapan dengan penghayatan yang lebih dalam, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
Kementerian Agama RI dan mayoritas ulama sepakat bahwa rukun umroh terdiri dari lima hal, empat di antaranya berupa aktivitas ibadah, dan satu lagi adalah ketentuan urutan pelaksanaannya. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Niat dan Berihram dari Miqat
Ihram adalah rukun pertama sekaligus pintu masuk sahnya ibadah umrohmu. Tanpa niat ihram yang benar dari miqat, seluruh rangkaian ibadah setelahnya tidak dianggap sah.
Lakukan mandi sunnah sebelum mengenakan kain ihram, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Bagi laki-laki, kain ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang menutupi tubuh bagian atas dan bawah, sementara wanita cukup mengenakan pakaian yang menutup aurat secara sempurna tanpa harus berwarna putih, asalkan tidak ketat dan tidak menyerupai pakaian laki-laki.
Ini menjadi salah satu poin penting dalam tata cara umroh untuk perempuan yang sering ditanyakan calon jamaah.
Niat umroh diucapkan di titik Miqat, seperti Bir Ali (Dzulhulaifah) bagi jamaah dari Madinah, Qarnul Manazil, atau Yalamlam bagi jamaah yang datang lewat jalur udara langsung ke Jeddah. Berikut lafal niatnya.
Niat Ihram Umroh
Arab: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Latin: Labbaikallahumma ‘umratan
Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk berumroh.”
Setelah niat, kamu terus mengucapkan Talbiyah sepanjang perjalanan hingga melihat Ka’bah.
Bacaan Talbiyah
Arab: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Latin: Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika lak
Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
2. Thawaf (Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran)
Thawaf adalah rukun kedua yang dilaksanakan di dalam Masjidil Haram, tepatnya mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran. Sebelum memulai, pastikan kamu dalam keadaan suci dari hadats, sama seperti syarat sah shalat.
Thawaf dimulai dan diakhiri pada garis lurus sejajar Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah selalu berada di sisi kiri tubuhmu selama mengelilinginya. Bagi jamaah laki-laki, disunnahkan melakukan Idhthiba’, yaitu membuka pundak kanan dengan menyelipkan kain ihram di bawah ketiak kanan, serta Raml atau berjalan agak cepat pada tiga putaran pertama.
Setelah tujuh putaran selesai, disunnahkan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, kemudian meminum Air Zamzam sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Agar kamu punya gambaran visual sebelum berangkat, kamu bisa mencari gambar urutan umroh yang biasanya menampilkan alur putaran Thawaf secara jelas.
3. Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah
Sa’i menjadi rukun ketiga yang tidak boleh dilewatkan, sebagai bentuk napak tilas perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Ibadah ini mengajarkan kamu tentang makna ikhtiar dan tawakal yang mendalam.
Secara teknis, Sa’i dimulai dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah, terhitung sebagai satu kali perjalanan. Kamu perlu menyelesaikan total tujuh kali perjalanan bolak-balik hingga berakhir di Bukit Marwah. Khusus jamaah laki-laki, disunnahkan berlari-lari kecil ketika melintasi area yang ditandai dua pilar lampu hijau, sementara jamaah perempuan cukup berjalan biasa dengan tenang.
4. Tahallul (Memotong atau Mencukur Rambut)
Tahallul adalah rukun keempat yang menandai halalnya kembali beberapa larangan yang tadinya berlaku selama ihram. Bagi jamaah laki-laki, mencukur gundul (muhalqina) lebih utama dibandingkan hanya memendekkan rambut, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari yang menceritakan doa Rasulullah SAW bagi mereka yang mencukur gundul.
Sementara bagi jamaah perempuan, cukup memotong rambut minimal sepanjang satu ruas jari, tanpa perlu mencukur habis. Ketentuan ini juga menjadi bagian penting dari tata cara umroh untuk perempuan yang perlu kamu pahami sejak awal.
5. Tertib (Melakukan Semua Rukun Berurutan)
Tertib adalah rukun terakhir sekaligus penegas bahwa seluruh rangkaian dari niat ihram, Thawaf, Sa’i, hingga Tahallul wajib dilakukan sesuai urutannya. Jika ada tahapan yang terlewat atau urutannya tertukar, umrohmu berpotensi tidak sah. Untuk memahami dasar hukum setiap rukun secara lebih rinci, kamu bisa membaca penjelasan lengkap mengenai rukun umroh dan dalil yang mendasarinya.
Larangan Selama Berihram (Wajib Dihindari!)
Selama mengenakan ihram, ada sejumlah larangan yang mengikatmu hingga tiba waktunya Tahallul. Berikut rangkumannya agar mudah kamu ingat.
Larangan khusus laki-laki:
- Memakai pakaian berjahit yang membentuk tubuh, seperti baju, celana, atau jaket
- Menutup kepala secara langsung, misalnya dengan peci atau topi
- Memakai alas kaki yang menutupi mata kaki
Larangan khusus wanita:
- Menutup wajah dengan cadar atau niqab
- Memakai sarung tangan
- Memakai pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki
Larangan umum bagi laki-laki dan wanita:
- Memakai wangi-wangian pada tubuh maupun pakaian ihram
- Memotong kuku atau mencukur rambut sebelum Tahallul
- Memburu atau membunuh hewan buruan
- Mencabut tumbuhan di tanah suci
- Melangsungkan akad nikah atau melamar seseorang
- Melakukan hubungan suami istri
Jika salah satu larangan ini dilanggar, kamu berkewajiban membayar dam atau fidyah sesuai jenis pelanggarannya, mulai dari menyembelih hewan, memberi makan fakir miskin, hingga berpuasa. Ketentuan dam ini sudah diatur dalam fiqih umroh dan biasanya dijelaskan lebih lanjut oleh muthawwif pendamping selama perjalanan.
Selain larangan ihram, penting juga bagi kamu memastikan seluruh dokumen perjalanan lengkap sebelum berangkat, termasuk visa umroh yang masih berlaku.
Bagi kamu yang berencana berangkat tanpa travel, memahami risiko dan tantangan umroh mandiri juga akan membantumu mengambil keputusan yang lebih matang. Agar seluruh proses berjalan lancar, ada baiknya kamu menyiapkan persiapan umroh jauh-jauh hari, mulai dari biaya kesehatan hingga perlengkapan.
Download Buku Saku Panduan Umroh Gratis (PDF)
Kawan Alsha, koneksi internet di Tanah Suci terkadang terbatas, terutama saat kamu sedang berada di area Masjidil Haram yang padat jamaah. Supaya kamu tetap bisa membaca panduan umroh lengkap pdf ini kapan saja tanpa perlu koneksi internet, unduh buku saku panduan umroh dan bacaannya secara gratis melalui tombol berikut.
Download Buku Saku Panduan Umroh (PDF Gratis)
Buku saku ini memuat seluruh niat, doa, dan tata cara umroh yang sudah dibahas di atas dalam format ringkas, lengkap dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya, sehingga bisa langsung kamu cetak atau simpan di ponsel sebagai panduan praktis selama beribadah.

Rifqi Haitami adalah Tour Leader berpengalaman di Alsha Tours sejak 2016 dan lulusan Pascasarjana Universitas Islam Jakarta. Aktif membimbing jamaah umroh sekaligus menulis panduan berdasarkan pengalaman langsung dan wawasan keislaman yang mendalam.